Di Tengah Tantangan Sosial, Ketua FKUB Sulut Tekankan Sinergi Masyarakat dan Aparat dalam Membendung Narasi Sesat
Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya mempertahankan predikatnya sebagai laboratorium kerukunan di Indonesia. Namun, tantangan baru muncul seiring dengan banyaknya isu-isu hoaks dan konten provokatif yang beredar luas di jagat maya. Merespons hal tersebut, Ketua FKUB Sulut, Pdt. Lucky Rumopa, mengeluarkan pernyataan resmi yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya-upaya adu domba yang berkedok isu agama.
Dalam keterangannya pada Jumat (17/04/2026), Pdt. Rumopa menggarisbawahi bahwa situasi sosial saat ini memang sedang menghadapi berbagai pergumulan. Media sosial seringkali menjadi pemicu gesekan karena adanya akun-akun yang sengaja melempar narasi panas di ruang publik. Beliau melihat adanya urgensi bagi para pimpinan umat beragama untuk memberikan klarifikasi dan edukasi agar umat tetap tenang dan tidak terjebak dalam arus emosi yang merugikan.
"Saya sangat menghimbau agar kita tidak mudah terpancing. Jangan sampai berita-berita yang tidak jelas sumbernya, apalagi yang membawa tema agama untuk tujuan memecah belah, membuat kita saling curiga," tegasnya di hadapan para wartawan. Beliau menambahkan bahwa dukungan penuh terhadap kerja pemerintah dan aparat kepolisian sangat dibutuhkan untuk menjaga situasi agar tetap kondusif dan aman bagi semua pihak.
Pdt. Lucky Rumopa menutup pesannya dengan ajakan untuk melakukan literasi digital secara mandiri. Ia mengingatkan bahwa satu unggahan atau komentar yang salah bisa berdampak luas pada stabilitas keamanan. "Intinya, kita harus bijak. Jangan biarkan narasi-narasi sesat soal agama merusak rasa persatuan kita. Mari kita tetap bersatu dan menjaga kedamaian di tengah masyarakat dengan cara menyebarkan kebenaran, bukan kebencian," pungkasnya dengan nada optimis.
Komentar
Posting Komentar