MANADO — Batas antara keakraban dan perundungan di lingkungan anak muda sering kali makin kabur akibat dalih "hanya bercanda". Menanggapi fenomena tersebut, mahasiswi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Gloria Lakoy, mengajak sesama generasi muda di Sulawesi Utara untuk lebih peka terhadap perasaan orang lain. Gloria mengungkapkan bahwa candaan yang berisi ejekan personal atau tindakan merendahkan sama sekali tidak mencerminkan keakraban. Justru hal itu menjadi benih kekerasan verbal dan cyberbullying di ruang digital yang dapat merusak kesehatan mental sesama mahasiswa. "Kampus itu tempat ilmiah untuk kita saling merangkul dan bertumbuh bersama. Hentikan perilaku yang melukai perasaan orang lain. Jangan diam dan pasif kalau ada bullying di sekitar kita, segera laporkan sebelum menjadi malapetaka," tegas tokoh muda Sulut ini. Pesan ini menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk menciptakan iklim kampus yang inklusif, suportif, dan ramah bagi kesehatan mental seluru...
MANADO — Kemitraan strategis antara tokoh agama dan kepolisian menjadi kunci utama dalam memelihara stabilitas sosial di daerah. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Sinode KGMPI, Pdt. Krison D. Nanangkong, S.Th. Pdt. Krison menekankan pentingnya komunikasi berkesinambungan antara lembaga keagamaan dan jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Utara guna mengantisipasi potensi kerawanan sosial sejak dini. "Sinergi antara tokoh agama dan kepolisian sangat krusial. Melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan dan penegakan hukum yang profesional dari Polri, kita dapat mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas secara efektif," kata Pdt. Krison. Ia juga menegaskan bahwa pihak gereja mendukung penuh langkah tegas jajaran Polri dalam memberantas aksi premanisme maupun gangguan keamanan lainnya demi ketenteraman warga.